Sunday, 4 June 2017

#

Jika Kamu Bertanya Sedang Apa Aku ? Maka Jawabannya Adalah Aku Sangat Rindu Kamu.



Apa kabar kamu?

Beratkah hari-hari yang kau jalani akhir akhir ini? Atau justru kamu sangat menikmatinya, hingga aku merasa kau begitu sibuk atau justru kau masih berkutat dengan teori dan buku yang membuatmu terjaga sampai dini hari. Harapanku semoga kau dan apa yang sedang kamu usahakan berjalan mulus tanpa hambatan yang berarti, dan tenang saja kamu mempunyai pemohon doa yang lumayan handal untuk hanya sekedar berdoa demi kebaikanmu.



Aku termenung di sudut ruangan yang menjadi tempat favoritku untuk melamun, pagi berganti terik, senja malam dan begitu seterusnya tetapi rinduku? Rinduku tidak pernah berganti tetap  kamu, dan akan senantiasa kau yang bertahta disana.  Entah mengapa ternyata  rindu sekejam ini menguasai setiap ruang gerakku, selalu terbayang senyummu di sana

Seandainya nanti kita telah bertemu, ingin ku ceritakan seluruh rasa rindu yang mebuncah ke udara yang meski adakalanya aku akan uring-uringan sendiri menunggumu semenjak sibukmu itu. Melihat kuatnya keinginanku bercerita,  justru sepertinya kelak pertemuan kita aku hanya ingin membisu, aku hanya ingin mendengar ceritamu dan memandangi setiap detil wajahmu yang terlihat lelah karena urusan dunia yang memaksamu untuk sedikit berfikir keras, dan aku akan mendengarkan dengan seksama ceritamu sembari bersandar di tubuhmu yang merupakan tempat ternyaman bagiku.

Sampai hari itu tiba, aku akan mencoba bersabar lebih dulu, karena aku yakin semesta sedang berjingkat mengusahakan pertemuan kita di suatu hari paling sempurna. Yakinlah kita akan segera dipertemukan. Karena aku tau kita sesungguhnya merupakan dua manusia yang sedang berjuang di arena pertarungan serupa, hanya saja di tempat yang berbeda, kau berjuang menjaga mata dan aku di sini mencoba sekuat tenaga membentangi hati hingga kau tiba.

Beragam godaan tentu saja pasti ada, tetapi kita percaya toh kau telah meyakinkanku tidak ada yang perlu di khawatirkan bukan, sebab di antara kita sudah terjalin janji yang kuat untuk mengendalikan emosi liar kita ,kita juga sudah terbilang dewasa untuk mengatasi hal kecil seperti  ini, kita tau mana yang harus dan tidak kita lakukan, akupun meyakini kita mampu menjaga itu semua.

Aku tau memang bukan penjelasan panjang lebar , ataupun kata kata manis yang mampu mengobati semua rindu yang begitu membuncah, karena obat rindu paling mujarab ya cuma bertemu, tapi  tenang saja bahwa semua perasaan yang belum kita luapkan ini akan menemui muaranya. Menjumpai akhir yang kita tunggu dengan sebuah pertemuan. Ya aku hanya berharap bertemu denganmu dan memecahkan rindu.

Dan ketika pertemuan itu tiba kita akan saling menatap dengan penuh isyarat, akan ku katakan semua hal yang ingin ku katakan, tenanglah aku tidak akan repot membahas sedang apa apabila kita tidak saling bertemu, sebanyak apa orang lain berusaha keras  menggoda kita atau segala hal yang membuat kita menguras emosional, walau kadang aku merasa  cemburu tetapi aku akan berusaha sekuat mungkin untuk berdamai dengan masa lalumu, toh perasaan cemburu itu wajar bukan? Semua orang pasti mengalaminya, bukan !  bukan,  karena aku tidak mempercayaimu, mungkin ini hanya perasaan sensistifku karena aku begitu merindukanmu dan ku harap kau bisa memakluminya.

Namun di balik itu semua  aku hanya berharap mengatakan padamu aku merindukanmu, aku merindukan segala hal tentangmu, rindu hanya sekedar menghabiskan senja bersamamu, rindu menikmati secangkir teh di sudut ruangan, rindu merasakan jalan raya yang begitu riuh,  berharap ku katakan sekali lagi aku sangat merindukanmu sayang, semoga kita lekas berjumpa untuk mengatasi rindu.

No comments:

Post a Comment

Follow Us @AgustiLasedayuPutra